I. PEMILIHAN BIBIT UNGGUL PADA TUMBUHAN
Pemilihan bibit unggul adalah suatu proses/usaha untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Dalam hal ini tanaman di budidayakan untuk tujuan tertentu.
A. Belimbing
(Averrhoa bilimbi)
Dalam mengembangkan pertanian daerah dengan membudidayakan tanaman belimbing memerlukan bibit yang terbaik namun menggunakan bibit lokal. Di Jawa Timur bibit yang berkualitas adalah bibit yang berasal dari Blitar dengan sebutan Blimbing Karangsari. Penyeberan bibit Karangsari sudah merambah ke kabupaten lain seperti Tulungagung, Kediri, Jember, dan Sulawesi. Karena keberadaan bibit Karangsari yang luas membudidayakan belimbing Karangsari dapat mengembangkan pertanian di suatu daerah.
1. Teknik Budidaya Penanaman
Di anjurkan menanam bibit yang berasal dari hasil perbanyakan vegetatif dengan okulasi. Buatlah lubang tanam, jarak tanam yang di anjurkan adalah 4 m x 4 m atau 6 m x 6 m. Tanah galian lubang dicampur pupuk kandang, kemudian dimasukkan kembali ke lubang tanam persamaan dengan kegiatan penanaman. Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.
a. Pemeliharaan
Pada musim kemarau penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari. Bibit belimbing yang baru di tanam sebaiknya diberi tambahan pupuk saat tanaman belimbing berumur 3-4 bulan dilakukan pemangkasan bentuk sehingga batang utamanya tetap pendek. Pemangkasan dilakukan pada bagian tanaman yang mati, rusak, atau tidak bermanfaat pemupukan dilakukan kembali setelah selesai pemangkasan. Kunci utama perawatan belimbing pada pembungkusan buah, buah yang masih pentil atau baru muncul segera dibungkus dengan menggunakan kantung plastik. Penjaringan buah dilakukan bersamaan dengan membungkus buah untuk menghindari lalat buah, diperlukan pemasangan atraktan petrogenol atau metileugenol dengan botol perangkap pada setiap tanaman. Penyiraman tanah diperlukan untuk menjaga agar tanah tetap gembur.
b. Panen
Panen dilakukan dengan memetik buah belimbing secara hati – hati dengan tangan kemudian diletakakan dalam keranjang. Hasil panen dikumpulkan pada pedagang pengumpul. Di tempat ini buah akan disortasi. Buah yang baik langsung dibungkus plastik satu persatu dan siap untuk di pasarkan.
2. Manfaat Buah Blimbing
Buah belimbing selain segar saat di makan, juga dapat di pergunakan untuk berbagai olahan, karena buah belimbing kaya akan gizi, maka buah belimbing sendiri memiliki khasiat untuk kesehatan, konon bahkan dapat untuk mengobati tekanan darah tinggi, radang lambung, kencing manis, malaria, reumatik. Manfaat utama tanaman ini sebagai makan buah segar maupun makanan buah olahan ataupun obat tadisional. Manfaat lainnya sebagai stabilisator dan pemeliharaan lingkungan, antara lain dapat menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, menyaring debu, meredam getaran suara, dan memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia. Sebagai wahana pendidikan, penanaman belimbing di halaman rumah tidak terpisahkan dari program pemerintah dalam usaha gerakan menanam sejuta pohon.
3. Sosialisasi Pembudidayaan Buah Blimbing Daerah
Memperkenalkan kualitas Belimbing yang berasal dari Daerah dapat dilakukan sebagai berikut :
(1) Mengikuti pameran yang khusus program pemerintah
(2) Mengikuti pameran pertanian
(3) Mengikuti pameran umum
(4) Mempromosikan
(5) Memasarkan buahnya di seluruh Indonesia atau pasar dunia
(6) Memasarkan tidak hanya pada pasar tradisional tetapi juga di pasar modern
II. PEMILIHAN BIBIT UNGGUL PADA HEWAN
Bibit unggul adalah bibit yang memiliki sifat unggul. Pada hewan sifat unggul bergantung pada tujuan budidaya.
B. Kambing

(Capricorn)
Upaya perbaikan mutu genetik untuk peningkatan produktifitas ternak kambing-domba dapat dilakukan melalui program seleksi dan perkawinan silang.
Upaya perbaikan mutu genetik untuk peningkatan produktifitas ternak kambing-domba dapat dilakukan melalui program seleksi dan perkawinan silang.
Seleksi adalah pemilihan secara sistematis induk dan pejantan sebagai tetua untuk generasi selanjutnya. Suksesnya usaha ternak, ditentukan oleh salah satunya kualitas bibit, yang juga berkaitan dengan bobot. Bibit yang baik, diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang baik, bahkan lebih baik.
1. Pemilihan Bibit
Tentu disesuaikan dengan tujuan usaha, apakah untuk daging, atau susu perah. Kambing kacang misalnya, untuk produksi daging. Sedangkan kambing Etawa untuk produksi susu. Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. Karena itu lebih baik memilih calon induk lokal. Berikut sejumlah ciri bibit kambing-domba yang baik adalah :
• Umur berkisar 12 bulan lebih
• Tubuh besar tapi tidak terlalu gemuk dengan berat badan > 20 kg
• Tingkat kesuburan reproduksi sedang
• Sifat keindukan baik
• Tubuh tidak cacat
• Anak kembar dua, atau anak tunggal tapi dari induk yang muda
• Jumlah puting dua buah
• Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus
• Jinak dan sorot matanya ramah
• Kaki lurus dan tumit tinggi
• Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisie), rahang atas dan bawah rata
• Kambing simetris, tidak menggantung, dan berputing 2 buah
• Tubuh besar tapi tidak terlalu gemuk dengan berat badan > 20 kg
• Tingkat kesuburan reproduksi sedang
• Sifat keindukan baik
• Tubuh tidak cacat
• Anak kembar dua, atau anak tunggal tapi dari induk yang muda
• Jumlah puting dua buah
• Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus
• Jinak dan sorot matanya ramah
• Kaki lurus dan tumit tinggi
• Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisie), rahang atas dan bawah rata
• Kambing simetris, tidak menggantung, dan berputing 2 buah
2. KawinSilang
Persilangan adalah perkawinan antara anak yang memiliki kekerabatan kelompok asal ternak. Keuntungan utama persilangan persilangan adalah hybrid vigor atau heterosis, yaitu jika seekor induk dikawinkan dengan pejantan dari bangsa yang berbeda, turunannya akan lebih baik performanya untuk sifat-sifat tertentu daripada tetuanya. Keuntungan yang diperoleh dari hasil persilangan adalah:
Persilangan adalah perkawinan antara anak yang memiliki kekerabatan kelompok asal ternak. Keuntungan utama persilangan persilangan adalah hybrid vigor atau heterosis, yaitu jika seekor induk dikawinkan dengan pejantan dari bangsa yang berbeda, turunannya akan lebih baik performanya untuk sifat-sifat tertentu daripada tetuanya. Keuntungan yang diperoleh dari hasil persilangan adalah:
a. Heterosis yang memungkinkan diperolehnya rataan produksi yang lebih baik dari tetuanya
b. memperbaiki salah satu sifat yang kurang baik dari salah satu bangsa
c. Meningkatkan daya hidup dengan diperolehnya daya adaptasi yang lebih baik
d. Menurunkan mortalitas, terutama pada periode pra-sapih produksi susu yang lebih tinggi
e. Meningkatkan daya reproduksi seperti dalam pencapaian dewasa kelamin dan dewasa tubuh
f. Menghilangkan atau mengurangi sifat letal (mematikan).
Misalnya menurut Mason dan Buvanendran (1982) ada tiga cara untuk memperbaiki produksi dan kualitas daging domba didaerah tropis:
1. Pada daerah tropis basah panas, seleksi domba lokal tipe rambut, atau menyilangkan dengan domba tipe rambut tropis lainnya, terutama yang prolific untuk menghasilkan bangsa baru.
2. Pada daerah tropis kering, seleksi dari bangsa domba tipe wol kasar, atau menyilangkan dengan tipe wol kasar lainnya dari daerah yang mempunyai iklim serupa.
3. Pada daerah tropis basah atau sub tropis, grading domba local dengan bangsa pejantan persilangan (unggul x likal) atau dengan bangsa baru dari komposisi genetic tersebut.
Di Indonesia, khususnya Sumatera yang daerahnya termasuk beriklim tropis basah, dengan potensi domba lokalnya bertipe wol kasar, cara terbaik adalah persilangan dengan bangsa tipe rambut tropis lainnya.
C. Sapi perah
(Carnero)
Bibit sapi perah yang berhasil di import berjenis Friesien Holstein (FH). Sapi FH memang salah satu jenis sapi perah yang unggul dalam menghasilkan susu. Sapi FH terkenal dengan produksi susunya yang tinggi, bisa mencapai lebih dari 6350 kg/tahun dengan persentase kadar lemak susu 3-7%. Selain itu, FH merupakan jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia.
Perlunya bibit sapi perah unggul dibudidayakan karena sapi perah yang ada di Indonesia masih memiliki tingkat produksi susu yang rendah. Rata-rata produksi sapi perah di Indonesia masih kurang dari 10 liter/hari, padahal standar normalnya seekor sapi perah dapat menghasilkan susu sekitar 12 liter/hari. Hal ini menunjukkan bahwa sapi perah yang kita miliki masih jauh di bawah standar normal.

